News Update :
Powered by Blogger.

Penulis : mfathur ridho on Thursday, 13 December 2012 | 01:23

Thursday, 13 December 2012


Atlantic Dreamland Salatiga


Tempat rekreasi keluarga di kota salatiga, kota abon ini menawarkan beragam fasilitas. Salah satunya adalah ATLANTIC DREAMLAND yang berjarak 1 km dari Kota Salatiga dan 300 mtr dari Terminal Tingkir ini dibangun di atas sebidang tanah dengan luas lebih kurang 4 hektar ini pastinya akan memberikan anda dan sekeluarga kepuasan untuk berwisata dengan nyaman., tepatnya di Jl. Soekarno Hatta No. 303, Isep-isep, Salatiga, Jawa tengah.

ATLANTIC DREAMLAND ini dibangun di atas sebidang tanah dengan luas kurang lebih 5 hektar. Selain fasilitas bermain, ATLANTIC DREAMLAND dilengakapi dengan souvenir shop sebagai oleh-oleh untuk dibawa, outlet makanan dan minuman, kantin, mushola, toilet serta area parkir yanga luas. Dan bagi anda yang sekalian ingin mencicipi makanan khas ala kota Salatiga, tersedia Rumah Makan ELANG SARI yang memiliki menu makanan yang cukup lengkap dan nikmat sambil menimati suasana sejuk Salatiga.


ATLANTIC DREAMLAND memiliki beragam wahana, ceritanya 'dufan' mini mungkin... masing-masing wahana punya harga tiket antara IDR 7500 s/d IDR 20000. tapi kalau mau pake tiket terusan, bisa main sepuasnya di 9 wahana; Softplay, Bumper Cars, Water Boom, Kolam renang, Carousel, Circular Track, Jet Couster, Outbond, ATV (untuk 3 wahana yg lain tetep harus bayar lagi; Game center, Batteray Cars, Flying Fox) dengan IDR 40.000 di hari minggu dan libur (IDR 30.000 di hari senin-sabtu).
Water Boom untuk anak-anak dan dewasa                                             
   Ternyata ada adja yang asik di salitiga ,kunjungi yuk......!!!
comments | | Read More...

Kalitaman ,Kolam renang ini merupakan kolam renang tertua yang ada di kota Salatiga. Kolam ini pernah dipakai sebagai salah satu arena renang kejuaraan PON pertama tahun 1948 yang diselenggarakan di Solo. Fasilitas yang tersedia di kolam ini antara lain kolam renang orang dewasa, kolam renang anak-anak, papan loncat indah, ruang bilas, ruang ganti, taman bermain anak-anak, area khusus orang tua untuk menunggu anak-anak yang sedang berenang, dan kantin.



aku prnah kesani airnya dingin ,bening ,segeeeer deh
cobain donk!
comments | | Read More...

objek pariwisata "Rawa Pening"

objek pariwisata "Rawa Pening"
   “Kereta membawa kami ke persawahan yang luas menuju Stasiun Kedong Djati di mana terdapat bar dan menjadi stasiun pergantian menuju Ambarawa, menaiki pegunungan. Di Ambarawa ada “Hotel di Atas” yang jauh lebih baik daripada “Hotel di Bawa”. Di sore hari ketika cuaca semakin sejuk, alangkah nyaman berkendara keliling kota melewati Fort Willem I.
Kemudian menikmati keelokan Air Terjun Toentang, dengan kereta, menuju Stasiun Toentang. Dari Ambarawa kita bisa juga menuju Magelang melintasi pemandangan tiga gunung, Merbaboe, Telomojo, dan Oengaran.”
Demikian gambaran tentang indahnya pemandangan alam Pulau Jawa di sekitar awal abad 20, tahun 1900, yang bisa dilihat melalui kereta. Jika dilihat secara keseluruhan, sebetulnya tulisan di atas adalah bagian dari semacam buku panduan wisata dari pengalaman langsung si penulis yang sudah menjelajah Indonesia.
Buku berjudul Guide Through Netherlands India, compiled by order of the Koninklijke Paketvaart Maatschappij (Royal Packet Company) (1903) ditulis oleh JF van Bemmelen dan GB Hooijer. Buku ini semula tertulis dalam bahasa Belanda namun kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Tuntang, terletak di antara Ambarawa dan Salatiga, tak hanya beken dengan stasiun tua dan air terjun tapi juga sebuah danau yang mengingatkan masa kanak- kanak kita tentang legenda bocah yang menarik sebatang lidi. Lidi tadi menancap ke tanah dan ketika bocah sakti tadi mencabut lidi itu maka seluruh daratan berubah menjadi danau yang kemudian diberi nama Rawa Pening.
Stasiun peninggalan Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) itu kini sudah tak lagi beroperasi. Jalur yang dilalui pun sudah mati. Kini yang berhenti di stasiun ini hanyalah lori wisata dari Ambarawa- Tuntang dan sebaliknya. Stasiun ini terletak di jalur kereta api yang juga tua, Kedungjati-Bringin-Tuntang-Ambarawa-Jambu-Bedono. Semula jalur ini menghubungkan Semarang-Solo lewat Stasiun Gundih serta menghubungkan jalur kereta ke Magelang yag juga sudah tak beroperasi.
Hingga kini, keelokan panorama di jalur Ambarawa-Tuntang masih awet seperti yang dikisahkan Bemmelen dan Hooijer seabad silam. Demikian pula dengan pemandangan perkebunan kopi dan karet yang kini dijadikan Agrowisata Tlogo. Dari perkebunan peninggalan Tlogo Maatscappij Amsterdam pada 1856 ini, bukan hanya Danau Rawa Pening yang terbentang tapi juga panorama Gunung Merbabu, Merapi, Telomoyo dan Ungaran. Dari Bedono, perkebunan kopi Losari juga menjanjikan sensasi yang tak kalah cantik.
Ada rencana PT Kereta Api (KA) menghidupkan kembali jalur mati tersebut untuk keperluan transportasi sekaligus wisata jalur kenangan. Jika itu terjadi, tentu tantangan baik bagi PT KA maupun penyedia wisata dan akomodasi untuk lebih meningkatkan potensi dan pelayanan mereka.
comments | | Read More...

biodata saya

Assalamualaikum    ......hai sobat2 ini dia blog nya: Muhammad Fathur Ridho,santri  ponpes modern Bina Inasani .....yuc  liat biodatanya.......  
  •  Nama Lengkap: M Fathurridho
  •   Panggilan         :Ridho(jgn dkasih Roma...ya!
  • TTL                   :Kab.Semarang ,19-09-1997 dengan slamat
  • Hobi                  : BTA, browsing,drawing
  • alamat                :Pabelan ,Salatiga
  • school                : SMA islam pluz PonPesModern Bina Insani Susukan 
eh ....kalo gitu    ADD MY -FB acount ya  http://www.facebook.com/mfathur.ridho?ref=tn_tnmn   makasih (syukron kasir....)
rido       ni bocah nya..
Hihi   Salam kenal ucap: Bismillah Sebelum Liat2  blog-nya si rido ini
comments | | Read More...

Daily Calendar

Daily Calendar

viSitOrs!

Google+ Followers

Blogger news

About

Blogroll

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger